As Muslim, like others, I’m really looking forward to welcoming the month of Ramadhan. Hal-hal khas di bulan ini, seperti iklan-iklan jadul bertema Ramadhan, sembako mahal, dan aneka takjil. Wuih… Kalo yang satu ini nih, udah jadi sebuah wisata sendiri di bulan Ramadhan. Dari jam 5 sore jejeran stand penuh dengan jajanan yang indah-indah dan menggiurkan siap untuk dibungkus dan dibawa pulang. Cuma kayaknya nih, salah satu penganan yang ga pernah luput adalah gorengan. Ga tau kalo piscok, sekarang di daerahku jajanan ini lagi ‘in’ banget. Enak kali ya jadi menu buka puasa. 😀

Gorengan

Piscok yang Enak

Actually, Indonesian people should have known that consumption of fries in breakfasting time is not good for health. Selain bikin panas dalam, lemak jenuhnya juga ngegemukin. Terus kandungan nutrisinya juga tentu aja ga mencukupi kebutuhan setelah seharian berpuasa. Tapi yaah… Namanya juga kebiasaan. Jangankan masa puasa, kalo sarapan pagi tanpa gorengan itu ga pol, soalnya ada yang bilang kalo gorengan itu merupakan menu paling mantap dan meriah untuk mengisi perut. How can it not? You can be full with some cheap, warm and delicious fries and still keep your money in save number. Apalah artinya modal goceng, 2 ribu untuk kopi hangat dan 3 ribu untuk gorengan yang mengenyangkan. Di daerahku, kalo makan nasi plus lauk pauk dengan minuman belum tentu bisa didapat dengan angka 5 ribu rupiah. Gorengan itu memang penyelamat bagi yang sedang tipis kantong, termasuk ketika bulan Ramadhan.

Bakwan/Martabak Shanghai

Do anyone of you know about this food? Gorengan yang satu ini adalah favoritku dari sejak SD. Bakwan atau martabak shanghai dengan bentuknya yang oval tapi mantap tebalnya cuma bisa kutemui di satu tempat di daerahku. Sayang ya, padahal dibanding bakwan biasa sebenarnya yang ini lebih enak dan tebal. Kalo dijual setara gorengan biasa ya pastilah lebih kecil, tapi enaknya tetep sama. Yang paling aku suka dari bakwan shanghai adalah kalo dimakan dalam keadaan dingin ga bakal jadi keras dan lembek. Coba bandingin sama bakwan biasa, kayak makan karet aja. Bulan puasa tahun lalu aku bisa sepuasnya makan bakwan shanghai pas berbuka. Moga-moga tahun ini bisa lagi. Hehe.. 🙂

O iya, mumpung ngomongin soal gorengan, kayaknya musti sedikit hati-hati ya. Meskipun liputan di TV soal ulah para penjual ga bisa diprediksi kebenarannya, kita patut untuk waspada dengan jajanan luar. Soalnya gorengan yang dihangatkan sendiri udah punya efek ga bagus buat kesehatan. Apalagi kita ga tau kapan digorengnya, jangan-jangan itu sisa gorengan kemarin dan baru dihangatkan besoknya. Nah lho, semakin berbahaya kan? Enak tapi merugikan juga bikin repot sendiri kan? Not many people are aware that health is important and needs a lot of care. Makan gorengan itu boleh aja, tapi jangan berlebihan. Kalo tiap hari harus makan gorengan terus kayaknya juga bosen deh… Aku aja suka bosen kalo liat gerobak gorengan di pinggir jalan. Padahal pas lagi ngilernya itu biasanya maahh… Wkwkwk.. 😆

Advertisements